Acehnese Press Photo
Foto Cerita

MISTIS TARI SAMAN NEGERI SERIBU BUKIT

Mistis Tari Saman Negeri Seribu Bukit

Setelah terpilihnya Aceh sebagai salah satu destinasi wisata halal terbaik dunia oleh  International Travel Week (ITW) di Abu Dhabi Uni Emirat Arab tahun 2016 lalu, Aceh terus berbenah dalam mempromosikan daerahnya sebagai salah satu destinasi wisata yang aman, nyaman dan menarik yang berbasis halal bagi setiap wisatawan.

Kali ini tari Saman 10001 penari yang merupakan kesenian andalan dan istimewa kebanggaan masyarakat dipentaskan untuk menarik daya tarik wisatawan dengan karakter keindahan dan kesejukan alam.

Tari Saman masal yang diperlihatkan oleh 10001 penari putra Aceh itu merupakan warisan budaya asli dari Tanah gayo berjuluk Negeri Seribu Bukit yang berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pasca mementasan tari Saman Masal 5057 penari di lapangan Seribu Bukit, pada 24 November 2014.

Merawat tradisi melalui konservasi itulah tema yang diusung pada pementasan Saman masal 10001 penari dengan tujuan mampu memecahkan rekor MURI penari Saman terbanyak diseluruh dunia.

Tepatnya 13 Agustus 2017 lembaga USAID LESTARI kembali memfasilitasi Tari Saman masal yang dipusatkan di Stadion Seribu Bukit, Kota Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh yang turut di hadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya,Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Manager Museum Rekor Indonesia (MURI), Andre Purwandono dan Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasyim, sebagai bentuk dukungan pemerintah Indonesia mendorong pelestarian budaya dan pariwisata seperti halnya mengenal tari Saman lebih dekat,  dan keindahan “Negeri Seribu Bukit” mulai dari alam, kopi, serta berbagai produk unggulan sebagai daya tarik wisata dan budaya.

“Tari Saman mengandalkan keahlian bahasa tubuh, gerakan khas, halus dan membutuhkan seni dan latihan khusus baru bisa tarian dimainkan, gerekan demi gerakan memiliki makna, bukan hanya sekedar menggerakan tangan, menghentakkan kaki, serta meliukkan tubuh, tarian ini terlahir dari sejarah dan kebesaran kerajaan Gayo dan dikenal penuh mistis, dunia harus tau kebudayaan Gayo yang Mistis, gerekan dan hentakannya indah dipandang mata, ” kata Wen Rudi salah seorang penari.

Menurutnya, untuk menampilkan tari Saman, sangat membutuhkan keahlian dalam gerakan, dan merasakan ada getaran halus di bathin yang disertai kekuatan lain yang menyertai tari ini, yaitu sebuah kekuatan yang diyakini datang dari kerajaan yang telah melahirkan kerajaan terkemuka di Aceh, berasal dari Linge.

Dia menjelaskan, Tari Saman pada awal pertunjukan dimulai dengan persalaman, terdiri dari Rengum dan Salam, Rengum adalah suara bergumam dari seluruh penari memuji dan membesarkan nama Allah SWT.

Bila menyaksikan pementasan tarian Saman ini, anda akan terdiam seketika saat mendengar gumaman para penari dan ikut larut bersama emosi para penarinya. Rengum ini diucapkan dengan suara rendah namun menggema, Menggetarkan panggung dan jiwa-jiwa penari dan penontonnya dalam keheningan,yang melihat diajak untuk ikut hikmat dalam mentauhidkan Tuhan.

Gerak tarinya sendiri masih sangat terbatas dan sederhana, kepala tertunduk dan tangan bersikap sembah, regum menunjukan penyerahan diri kepada Allah SWT, juga berperan menyamakan vokal dan konsentrasi. Setelah tercipta suasana khidmat lalu dilanjutkan dengan persalaman. Memberikan sapaan salam kepada penonton dengan meminta izin untuk bermain Saman (adab dan etika).

Dalam babakan Ulu Ni, irama lagu gerakan bervariasi, kesenyawaan antara gerak tangan, tepuk didada di sertai gerakan badan dan kepala dalam ekstase gerak cepat. Syekh dengan suara melengking memberikan aba-aba pada saat akhir gerak Ulu Ni lagu yang menandakan akan segera berganti gerak dan memasuki ritme cepat dengan ucapan syair, dan para penari dituntut konsentrasi optimal dan stamina yang prima, selain harus berkemampuan bergerak cepat yang diselingi vokal bersama atau derek.

Gerakan yang utuh tampak pada kecepatan gerak tangan yang menghentak dada, paha maupun tepukan, gerakan badan keatas-kebawah secara serentak maupun bersilang, badan miring kekiri – ke kanan kiri serentak maupun bersilang (singkeh kuwen), gerakan kepala mengangguk cepat maupun kepala berputar dibawah (girik), maupun petikan jari.

Tari Saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah dan  tarian ini dipandu seorang pemimpin yang disebut Syech.

Demikian gerakan ini berulang-ulang antara cepat dan lambat, dengan iringan beberapa lagu, Selain penari terbawa dalam ekstase gerakan cepat dan kedinamisannya, pergantian gerak dan naik-turunnya ritme tarian itu bagai tersihir dalam gerak indah.

Penampilan babak ini, tidak seorangpun mengedipkan mata, karena kecepatan dan keseragaman yang memukau itulah yang menarik penonton seakan ikut dalam irama penari yang bergerak cepat serentak.

Lalu kita diajak mengendorkan ketegangan dan mengembalikan pernafasan dalam babak Uak Ni Kemuh yang berarti obatnya gerak, diiringi nyanyian sederhana dan nada rendah untuk memulihkan kondisi penari, dimulai kembali gerak cepat diawali aba-aba dari syekh dengan ragam gerak yang lain, pada saat gerak menggebu-gebu puncak, iringan vokal berhenti hanya terlihat gerak saja hanya ada suara memukul, menghentakkan dada, tepuk tangan, meghentak paha yang di tarikan secara cepat. Gerak cepat tanpa vokal inilah bagai menciptakan suasana magis bagi penari dan penontonnya.

Barulah setelah itu anda akan kembali menyaksikan gerak sederhana sebagai penutup dalam tarian saman. Dalam babak ini yang dipentingkan adalah syair, ungkapan kata, kata perpisahan, permintaan maaf kepada penonton dan pihak-pihak tertentu.

Tari Saman ini yang menjadi daya tarik mata dunia sehingga tari Saman telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Dunia. Saman 10.001 penari menjadi bagian dari Calendar of Event (CoE) Aceh yang mampu menggugah masyarakat dunia, wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara, Tari Saman Gayo Lues tersebut memecahkan rekor MURI penari Saman terbanyak diseluruh dunia.

NASKAH: RAMA.

 

 

 

Related posts

Login

X

Register